Pengantar Oleh Ibu Agnes
Terima kasih untuk semua yang hadir di sini. Dan juga untuk Romo berdua: Romo Isak Doera dan Romo Widi yang selalu setia, yang mendampingi kami dan bekerjasama dengan Ibu Maria di surga.
Tadi, kita sudah mendengarkan bagaimana rencana Allah melalui Perjanjian Lama. Begitu unik. Sejarah itu harus ada. Allah saja mempunyai sejarah, apalagi kita manusia, pasti kita punya sejarah hidup baik dan tidak baik. Tapi, berangkat dari sejarah itu, kita mau bertujuan ke mana? Kita mau datang kepada Allah sepenuhnya.
Baik, saudara-saudaraku. Karena nanti, kita akan ada acara, saya tidak berpanjang lebar untuk menyampaikan ini semua, tapi saya percaya bagi anda yang baru hadir pada hari ini, buka hatimu dan berdoa. Hanya itu kuncinya.
Jangan kamu datang hanya, ‘aku mau jadi pendengar’. Pendengar yang bagaimana kalau hatimu tidak terbuka. Karena, kita berkumpul di sini adalah masuk sehati sejiwa, sejiwa dalam roh. Bukan fisik, tetapi dalam roh, untuk datang kepada Allah Bapa kita di surga.
Anda tahu, surga itu dekat, sangat dekat bagi manusia. Kalau anda damai, anda sukacita, anda mempunyai kasih dan cinta dan melayani., anda sudah punya surga sebagai manusia dalam perjalananmu ini untuk menempuh surga yang abadi, yang telah disediakan Allah bagi kita.
Bagaimana kita akan cerita surga, kalau anda juga tidak pernah damai ? tidak pernah mensyukuri, relasi anda kepada Tuhan terputus karena sibuk, karena dunia yang fana ini, yang menyesakkan bagi kita semua? Nggak akan sampai.
Jadi, ukuran bagi kita sampai ke surga, nggak usah jauh-jauh. Kita rasa damai nggak? Kita rasa dekat nggak kepada Allah? Itulah kehidupan rohani, masuk dalam roh. Kalau kehidupan kita masih amburadul, masih banyak berbuat kesalahan, membuat orang lain kecewa dan sedih, dan menderita oleh sikap dan tingkah laku saya dan anda, anda tidak bisa cerita surga. Karena, surga itu indah dan damai, bahagia. Anda menyampaikan: “Mari ikut Tuhan Yesus, supaya kamu sampai ke surga.” Kamu sendiri tidak punya damai. Tidak pernah mengalami sukacita dan mensyukuri, dan menerima dan masuk dalam kepasrahan apa yang terjadi dalam diriku, semua itu terjadilah menurut kehendak Allah. Memang sulit untuk masuk kedalamannya. Tapi, kalau kita percaya, kita percaya punya Allah yang hidup dan dekat dan sudah dekat kepada kita setiap saat dimanapun kita berada.
Munafik ya, kalau kita cerita surga, kalau kita tidak mengalami damai. Berangkatlah! Hidup ini adalah kita berziarah untuk masuk ke dalam kedamaian itu sendiri. Kedamaian itu adalah Allah yang sempurna. Tapi, anda nggak punya damai? Anda masih berjalan sendiri menurut kehendakmu sendiri? Dan anda mengatakan : ‘terimalah aku apa adanya’, nggak bisa. Itu, egois.
‘Terima aku ini. Inilah terima… terima.’ Nggak bisa! Kita saling menerima, saling merubah hidup saya dan anda, supaya kita bisa ketemu dalam doa, bersatu dalam roh.
Kita sekarang bicara bukan dalam fisik, ya. Karena anak-anak Tuhan Yesus itu masuk dalam roh. Karena kita bertemu dalam roh. Roh yang hidup adalah Allah yang Maha Kuasa.
Coba renungkan bagi anda sendiri.
Ibu Maria mengatakan: “Ciptakan damai dalam hidupmu.” Bagaimana kita menciptakan damai, kalau kita tidak berubah. Yang bisa merubah saya dan anda, kita pribadi dan kita persembahkan kepada Allah. Maka, berubahlah itu. Karena, Allah tidak mau memaksa manusia untuk berubah. Allah itu hanya menawarkan saja. Tapi, kamu mau nggak KU-rubah? Itulah, Allah itu.
Yang suka memaksa itu adalah peraturan-peraturan yang datang dari dunia, yang datang dari roh-roh jahat. Itu memaksa banget karena orang bisa mendadak kesurupan. Kita sudah punya pegangan. Ibu Maria sudah mengatakan: bacalah Kitab Suci. Maka, engkau akan bisa bicara dalam kebenaran, engkau akan berjalan dalam kebenaran, menerima dan menyampaikan kebenaran, hidup dalam kebenaran, kata Ibu Maria. Baca Kitab Suci, gitu lho.
Tadi, Romo sudah menerangkan dan inilah, kelompok inilah yang dikatakan Kelompok yang mendobrak adat istiadat anak-anak Ibu Maria. Ibu Maria mengatakan jangan takut! Semua sudah ada dalam Kitab Suci. Kalau kita mau baca. Karena, anda mungkin tidak suka atau kadang-kadang, mut-mut-an untuk baca Kitab Suci. Tidak rindu akan Firman Allah yang hidup.
Sekali lagi, saya mengulangi. Saya menjadi begini, karena Kitab Suci. Saya tidak percaya omongan orang A,B,C,D termasuk bapak memperkenalkan Yesus kepada saya, nggak percaya. Saya tidak percaya! Saya cari sendiri melalui Kitab Suci dan saya menemukan Yesus, Juru Selamat manusia. Ini, saya katakan.
Sebenarnya,… sebenarnya, saya mau sedikit kembali ke belakang, ya. Orang Islam itu mau mengikuti apa yang dilakukan Tuhan Yesus. “AKU akan menyempurnakan semua hukum taurat, Perjanjian Lama itu menjadi sempurna.”
Mereka juga mengatakan, semua taurat, zabur, dan injil, akan Kusempurnakan melalui Alquran. Gila nggak? Saya bongkar ini sama kalian.
Kalau kita buka mereka, itu semua ada. Tapi, yang bermanfaat bagi manusia. Banyak hukum taurat itu yang diapakai oleh mereka. Mereka ikut Tuhan Yesus. Bayangin! Diikuti saja. Miraj, naik ke surga, diikuti juga. Kan, goblok?!
Sekarang, kita percaya dan yakinlah, di luar Tuhan Yesus tidak ada keselamatan. Sungguh! Maka, kalian itu yang beribadah, menjadi anak-anak Tuhan itu, setialah kalian.
Saya bersaksi! : “Maka, bersaksilah Agnes!”
Maka, kata Romo Widi tadi, bagaimana Perjanjian Baru, manusia-manusia jaman dulu, mereka bicara tentang Allah melalui Kitab Suci. Maka, Kata Tuhan Yesus, bicara tentang AKU! Jangan kamu banyak bicara tentang dunia. Celakalah kamu bersama dunia. Maka, tradisi-tradisi nenek moyang kita itu akan kita ulangi kembali. Akan kita ulangi dalam keluarga kita masing-masing. Bicaralah tentang AKU, kata Tuhan. Itu permintaan Tuhan Yesus.
Katakan Agnes kepada mereka: “berbicaralah tentang AKU. Jangan bicara banyak tentang dunia. Celakalah mereka bersama dunia. Jadi, kalau kita kembali ke Kitab Suci, kita tidak tergoda, tidak terganggu. Yesus itu radikal, ya. A, ya A. B, ya B. Kita juga begitu. Kita juga fanatik. Tapi, bukan fanatik, “kamu harus ikut aku.”
Nggak bisa!
“Ini, punyaku, inilah dia! Apapun kamu ngomong, sampai ujung apapun, tidak! Ini, punyaku.”
Kadang-kadang, anak-anak Ibu Maria tergoyah, karena lebih banyak dilihat di sini, di Indonesia ini. Mereka mayoritas, kita minoritas. Apalagi dalam pekerjaan, kalian terjepit, diperlakukan tidak adil. Ini! Gelisah lagi! Itu bodoh! Kebodohan kita-lah! Kenapa kita bodoh? Karena, kita tidak mengerti apa yang sebenarnya dikehendaki Allah dalam hidup saya dan anda. Sudah dinubuatkan, sudah direncanakan dari awal sampai Tuhan hadir ke bumi ini, kembali ke surga.
Memang! Di luar Yesus, tidak ada keselamatan. Tidak ada! Sungguh! Kan, sudah dikatakanNYA: AKU menyediakan tempat bagimu. Siapa yang percaya, Kuselamatkan, yang tidak percaya akan dihukum bersama dunia. Apa itu tidak jelas? Tapi, para imam masih ngeyel juga. Ngeyelnya apa? “Apa si Agnes itu?! Memangnya, orang baik tidak masuk surga?”
Nenekku saja, eyangku itu, bukan orang tidak baik. Dia kyai haji, santri-tidak dapat tempat. Si Gus Dur, dapat tempat nggak? Nggak!
“Aku nggak punya Alloh.” ( kata si Gus Dur)
Yang menyediakan tempat, yang punya tempat adalah Yesus. Yesus itu siapa? Tuhan!
Tuhan adalah siapa? Allah!
Tidak ada manusia disebut Tuhan. Jangan kalian bodoh!
Sekarang, banyak anak-anak Ibu Maria terperosok oleh putar balik fakta itu sendiri. Dan mereka mengatakan: “Tuhannya orang Kristen itu, manusia disembah.”
Padahal, mereka kalau belajar, dari awal apa yang dikatakan oleh mereka-mereka yang dulu, sebelum muslim datang itu, mereka sudah mempelajari hukum taurat, zabur, dan injil dalam bahasa arab. Maka, keluarlah bahasa itu, “…” (Bu Agnes berbicara dalam bahasa arab), yang artinya Isa itu adalah Roh Allah dan FirmanNYA.
Roh Allah dan FirmanNYA ada di Injil Yohanes. Injil Yohanes bab 1, juga mengatakan pada awalnya adalah Firman, Firman itu adalah Allah sendiri yang menjadi manusia, hidup di antara manusia.
Tidak lagi! Yang anak-anak Ibu Maria, yang sudah masuk dalam kelompok ini, tidak comel lagi. Nggak mau tahu itu agama apa. Itu, lu: lu, gue : gue.
Sekarang, tingkatkan imanmu saat-saat terakhir ini. Apa yang harus kamu perbuat dalam hidupmu, mensyukuri yang telah diberikan nikmat oleh Allah.
Nggak perlu lagi kalian comel! Itu, Islam bagaimana? Hindu bagaimana? Konghucu bagaimana? Budha? Nggak usah! Apakah mereka masuk surga? Itu urusan mereka. Salah mereka! Duaribu tahun lebih, kuasa Allah sudah ada di bumi ini. Kenapa masih mereka memilih dunia? Salah siapa?
Maka, ada orang bertanya kepada saya, orang protestan: “Ibu, kalau Yesus datang, bagaimana agama lain?
Selesai! Percayalah! Allah yang sudah datang menjadi manusia, yang menyelamatkan manusia. Sudah cukup! Selesai sampai di situ! Tidak ada lagi, sampai Allah datang ke bumi ini, dunia kiamat.
Nggak comel lagi kalian. Nggak! Nggak usah mikirin agama orang lain! Inilah! Yang selalu saya lihat, hati kalian itu selalu terguncang oleh situasi seperti ini, khususnya di negara kita. Nggak usah! Mau baik, mau buruk, itu urusan mereka.
Sekarang, kita hidup di bumi ini adalah saling mengasihi, tidak pandang bulu. Tapi, masalah iman, tetap pegang. Tapi, kalau kita melayani siapapun, agama apapun, kita layani dengan baik. Makhluk sosial! Kita diciptakan oleh Allah. Semuanya di seluruh bumi. Seluruh bumi, Allah menciptakan manusia yang mau diselamatkan. Tapi, terbagi-bagilah itu semuanya. Mereka membagi-bagikan dirinya. Tapi, nggak usah kalian urus. Nggak ada lagi kalian memegang kitab sucinya mereka. Buang itu, tidak ada lagi. Nggak ada nyimpen macam-macam di rumah, buang itu semuanya. Kalau nggak dibuang, kasihkan kepada mereka yang bersangkutan. Itu pesan Ibu Maria. “Jangan kamu memegang apa yang tidak kamu mengerti. Dan membaca apa yang tidak kamu mengerti. Nanti , kau tidak akan kuat. Kau akan tersesat dan disesatkan oleh bacaan itu sendiri. Nggak lagi deh. Usil banget! Ini, para imam juga banyak yang usil. Belajar islamologi dan segala macam. Bukan itu maksud Tuhan! Akhirnya, keluar, kawin. Banyak yang demikian, karena konsili vatikan ke-2 itulah, banyak para imam dikirim ke sana untuk belajar islamologi. Nggak akan ketemu. Nggak ketemu! Di situ nggak ada Tuhan! Nggak ada!
Kalau kita percaya, ya. Kita percaya kepada Yesus. Saya percaya banget, karena saya datang ‘dari luar’, sih ya. Begitu saya menerima DIA, sampai sekarang pun, saya dibredel sampai sekarang ini.
Waktu di Omni, saya juga memperhatikan itu, dan juga bapak bicara sama saya. Tadinya saya mau ngomong, tapi ah,.. nanti saja waktunya. Ada sekelompok bapak yang mengatakan: “kalau Ibu Agnes bicara seperti ini, bisa jadi martir nanti dia.”
Ok! Nggak apa-apa! Kalian takut? Kalian takut? Kok takut? Kita punya Tuhan. Percaya! Kita punya Tuhan! Ya, Allah! Punya Tuhan! Kenapa kita takut? Yang penting, kita tidak berbuat jahat. Tidak berbuat jahat kepada siapapun. Kita berbuat baik. Tapi, kalau masalah iman, nggak deh! Nggak bisa saya tawar menawar. Matipun, jadi. Itu tekad saya. Tekad saya! Saya berani! Sudah 15 tahun saya menyampaikan ini kepada anak-anak Ibu Maria di Indonesia. Sekarang, apakah saya ditangkap? Nggak!
Kata Tuhan Yesus: “Tidak ada satu pun yang akan melukai tubuhmu Agnes bersama mereka yang melayani, semua dan membawa anak-anakKU kembali kepadaKU seutuhnya. Aku menyertai mereka semuanya.”
Amin!
Amin, jawab umat.
Mulai hari ini, kalian tutup pikiran kalian untuk kelompok-kelompok yang datang dari dunia itu. Nggak usah dipikirin! Nggak ada urusanlah kita sama itu. Sia-sia kita berurusan dengan hal-hal seperti itu. Nggak usah! Yang kita pikirkan, ‘aku sudah berbuat apa ya dalam hidup saya sebagai anak-anak Allah?’
Itulah, pikirkan! Supaya, kita pulang nanti, indah.
Pulang (kembali kepada Tuhan, red) itu indah sekali saudara-saudaraku. Itulah yang harus kita capai. Yang terakhir itu, yang terindah, karena kita bersatu dengan Allah di surga.
Memang! Kalau di dunia ini kita bergumul! Pahit, getir, dan pedih. Tapi, itu bodoh! Kenapa kita sedih? Lalui saja hidup ini. Memangnya, hidup ini harus menumpuk semua harta baru arti hidup? Nggak! Bukan itu, ya!
Jadi, kita ini memang berbeda. Ibu Maria menyampaikan dalam kelompok ini , berbeda. Tidak main-main lagi dalam hal beriman kepada Allah. Harus total, kembali kepada Allah. Total! Nggak mendua hati lagi. Nggak ada lagi selingkuh dengan roh-roh jahat: menjadi dukun, menjadi paranormal, atau apa saja. Kejawen?! Nggak!
Tadi sudah diceritakan semua dan kita baca. Kalau kita bongkar semua, semua itu ada di Kitab Suci. Maka, Ibu Maria selalu mengatakan: “Bacalah Kitab Suci!”
Maka, kelompok ini berani mendobrak untuk membawa anak-anak Tuhan kembali kepada Allah.
Saya tidak kuatir! Bukan saya menantang para imam, ya. Saya tidak kuatir! Supaya, iman dari anak-anakNya Ibu Maria ini benar-benar tercapai pada tujuan.
Itulah, maka Ibu Maria hadir di seluruh bumi, maupun di Indonesia. Kita sekarang mengalami apa di Indonesia?
Ah, capek deh ya melihat penderitaan segitu banyak. Bener nggak?
Ya, benar. Jawab umat.
Capek! Nah, inilah! Sudah capek melihat yang terjadi di sekeliling kita, kita berpikiran lagi yang nyeleneh-nyeleneh. Sia-sia hidup saya dan anda.
Inilah! Kita sudah dikejar-kejar dengan penderitaan segitu. Ya, ampun. Saya suka menangis melihat itu. Tapi, siapakah mereka? Apakah kita bisa menolong mereka? Memang harus terjadi dan terjadi. Janji Ibu Maria sudah terlaksana semuanya, silih berganti. Bayangin!
Sekarang, rumah-rumah terbakar setiap hari. Kompor meledak setiap hari. Bayangin! Apa sih maksudnya Tuhan itu? Bayangin! Terus, ada benda jatuh dari langit nimpa lagi. Kalau kita mau pikir, ini sudah cukup penderitaan. Anda jangan lagi membuat penderitaan lagi deh, ya.
Hidup tenang dan damai dalam keluargamu. Syukuri apa yang kamu punya. Nikmati bersama dan melayani saudara-saudaramu, saling mendoakan, masuk dalam kelompok, berkelompok-kelompok. Itu kekuatanmu nanti, saat-saat terakhir nanti.
Saya mau bertanya, yang di sini, yang hadir di sini sudah membuat kelompok-kelompok belum? Sudah?
Sudah, jawab umat.
Amin! Teruskanlah itu, ya! Jadi, kelompok ini akan membawa anak-anak Ibu Maria, masuklah di dalam kelompok. Masuk dan didoakan, mendoakan mereka. Tapi, jangan doa terus, ya. Tapi, nggak membuat sesuatu. Tapi, lihatlah! Apa kebutuhan mereka? Kita saling membantu antara satu dengan yang lain. Itulah kelompok.
Orang-orang perdana dulu juga begini, kok. Berkelompok-kelompok mereka, saling menolong mereka, ya. Itu yang dikerjakan mereka jaman dahulu.
Jadi, hidup ini rasanya bersama-sama kita. Tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain.
Kalau masih ada yang nggak makan, lalu melihat yang sana makan, ‘aduh! Tuhan kejam ya ?! Kita nggak dikasih makan, ya.’ Jadi, Tuhan lagi yang disalahin. Kalau ada apa – apa, Tuhan lagi yang disalahin. Padahal, kita yang tidak pernah melihat kiri-kanan-belakang-depan, apakah ada saudaraku yang tidak makan, yang menderita, yang sakit?
Itu ajaran Kitab Suci. Itu Allah mengajarkan kita, saling menolong antara satu dengan yang lain. Jadi, tidak bisa dipisahkan antara kasih dan cinta. Kita mengatakan hukum kita adalah kasih dan cinta. Tapi, kita tidak pernah melakukan itu kepada saudara-saudara kita.
Sekali lagi! Harta kita, surga kita adalah dari sesama. Jadi, dari sesama kitalah, kita mendapatkan kasih Tuhan. Bukan doamu, tapi pelayananmu. Jadi, ini yang mau disampaikan.
Saya sampaikan kepada kalian, nggak lagi kalian pikirannya nyeleneh memikirkan siapa yang selamat dan tidak selamat. Oke?
Ini, satu kuncinya: biarkanlah mereka! Apapun mereka, itu urusan mereka. Sekarang kebenaran itu ada bersama kita. Allah bersama kita!
Ini yang mau saya sampaikan. Jangan kira Allah itu jauh dari kita. Tidak! Allah itu dekat dan sangat dekat bagi anak-anakNYA yang setia. Karena, Allah setia. Kenapa? Karena, manusia tidak sempurna. Hanya dalam kesetiaan itulah, kita mendapatkan kasih Allah. Setialah kepada Allahmu di surga dan jaga anak-anakmu dengan baik. Jangan sampai mereka pergi untuk menghujat roh. Jangan!
Bagi kalian yang punya anak yang sudah gadis-gadis, bujangan, jaga anakmu baik-baik. Jangan sampai mereka pergi. Nanti, kita yang bertanggung jawab kepada Allah.
Ini yang bisa saya sampaikan. Saya hanya memberikan penegasan, karena semua itu ada dalam Kitab Suci. Jadi, kembalilah anda untuk memulai membaca Firman Allah yang hidup, supaya kamu hidup dalam Firman Allah.
Nanti, saya minta ketenangan lahir dan batin. Khususnya, kalian yang sudah bersatu dalam kelompok, di saat kuasa Allah hadir, berdoalah kalian.
Baik, saudara-saudaraku. Saya senang melayani asalkan kalian mau membawa lebih banyak. Itu yang surga inginkan. Jangan bawa dirimu sendiri ke sini, tapi bawalah siapa saja mereka dan didoakan, supaya mereka juga mengalami sukacita saat-saat terakhir, supaya tidak sendiri.
Nanti, bencana-bencana yang akan datang ini, kita tidak sendiri. Kita pasti saling menguatkan dalam kelompok-kelompok dan tidak ketakutan. Percaya! Kita akan mengalami bersama. Amin?
Amin! Jawab umat.
Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)
Baiklah anak-anakKU, kalau engkau mengerti dan membuka hati atas kehadiranKU, itulah kuasaKU. Itulah janjiKU, KUtepati untuk kamu saat-saat terakhir ini. Sebenarnya kuasaKU ada dalam dunia ini, tapi banyak manusia yang tidak mencari AKU, tapi mencari dunia. Maka, dia tidak mendapatkan AKUdalam kehidupannya.
Dan AKU minta kepada kamu semua yang ada di sini. Semua peristiwa ini yang kamu alami, renungkanlah! Renungkanlah! Engkau mempunyai iman, beriman kepadakU. Pasti engkau akan menemukan AKU dalam kehidupanmu.
Sampai bertemu kembali anakKU. Dimana kau berdoa, dimana engkau berbuat yang baik, dimana engkau melakukan kasih dan cinta, di situ AKU ada bersamamu. Lakukanlah semua itu hanya di dalam namaKU. Sampai bertemu anak-anakKU. AKU menunggumu di surga.
Pesan Ibu Maria
Terima kasih untuk kamu berdua, Isak Doera, Alexius. Pasti, saat-saat terakhir ini, kamu tidak kuatir lagi. Dan kamu siap untuk menghadapi itu semuanya. Dan kamu siap untu menyampaikan ini semuanya tentang kebenaran ini, khususnya kepada teman-temanmu. Itulah,… itulah yang Aku minta kepada kamu berdua.
Alexius, setia anakKu, karena waktu akan berakhir bagi kamu semuanya. Peristiwa itu akan terjadi di hadapan kamu semuanya. Tidak cukup kamu hanya dengan doa. Tidak cukup kamu hanya berbicara, tapi satukanlah dengan kasih dan cintamu untuk melayani saudara-saudaramu saat-saat terakhir ini.
Anak-anakKu, kamu semua yanga ada di sini, mengertilah kamu apa yang kamu hadapi, yang kamu dengar bersama Aku-Ibumu dalam kelompok ini bersama Agnes. Ini, benar! Ini, benar! Bukan dibuat oleh dunia. Sekarang, engkau melihat, sudah sekian lama Aku datang ke negaramu ini. Siapakah yang akan mengganggu kamu, mengambil bagian dalam perjalananmu bersama Aku Ibumu, bersama Agnes? Tidak ada!
Para imam, juga. Mereka kuatir dan takut. Kalau ini datang dari atas, apa jadinya? Itulah yang ada dalam pikiran mereka. Tetapi, mereka tidak berbuat apa-apa terhadap anak-anakKu.
Lihat! Banyak anak-anakKu yang jatuh dalam dosa. Banyak anak-anakKu yang bersekutu dengan dunia. Tidak lagi percaya kepada Allah dan mereka mendua hati bersama para imam-imamnya.
Inilah,… dunia begitu kuat, karena iman mereka melemah. Dunia akan mengecil, apabila iman mereka cukup kuat mengatasinya.
Anak-anakKu, maka Aku datang ke seluruh bumi. Aku datang ke negaramu ini. Aku mengambil bagian, bersatu dengan Agnes untuk menyampaikan kebenaran ini. Kebenaran tetaplah kebenaran! Aku bersaksi tentang kebenaran itu adalah Allahmu sendiri.
Anak-anakKu yang ada di sini, bergegaslah kamu, karena kamu akan menghadapi keadaan-keadaan yang cukup berat bagi kamu. Aku ingin kamu memulai hidup baru dalam keluargamu masing-masing. Ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, sukacita, melayani, mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain, khususnya untuk saudara-saudaramu. Tidak lagi berpikiran, masuk kepada dunia yang fana ini, menyesatkan.
Hai, anakKu, cukuplah! Karena, imanmulah yang akan menyelesaikan hidupmu, yang akan menyelamatkan hidupmu, supaya engkau sampai kepada tujuanmu adalah Allahmu di surga. Dunia tidak mempunyai Allah. Hanya kamu yang percaya kepada Allah. Mereka tidak punya tempat. Itulah yang Kukatakan kepada kamu.
Apa terjadi kepada dunia ini akan dinyatakan oleh Allah. Kamu akan menang! Kamu akan menang saat-saat terakhir ini. Sudah dijelaskan, gandum dan ilalang akan dipisahkan, supaya gandum itu akan dikumpulkan kembali, bersatu dengan Allah, akan memuliakan Allah. Kamu akan memulai hidup baru kembali, memenuhi bumi ini sepenuhnya agar Allah dimuliakan sampai Allah datang kembali menjadi hakim yang adil.
Hai, anakKu, berubahlah kamu. Hartamu tidak akan menyelamatkan kamu. Sungguh! Hartamu ada dalam sesamamu. Renungkan perkataanKu ini! Kalau engkau, mempertahankan hartamu, engkau tidak akan sampai. Hartamu adalah surga, khususnya saat-saat terakhir ini. Kamu berbuat baik, berbuat baik, berbuat baik. Itulah kekuatanmu, anak-anakKu. Sungguh! Kau akan menghadapi semua. Penderitaan yang cukup berat, cukup berat memulai pemurnian ini. Di seluruh bumi! Di seluruh bumi akan mengalami itu semuanya. Aku-Ibumu Maria bersaksi tentang nubuat ini.
Allah akan memurnikan dunia ini, supaya kamu bisa bersatu dalam kasih Allah yang sempurna. Dan kamu, Alexius dan Isak Doera, berkobarlah hatimu untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran saat-saat terakhir ini. Dan jangan ragu! Tidak ada lagi ketakutan! Tidak ada satupun yang akan menghalangimu, walaupun itu teman-temanmu. Kau akan menjadi saksi saat-saat terakhir ini. Lihat! Lihat! Engkau akan melihat samua, apa yang akan terjadi. Inilah waktunya! Waktunya akan ditentukan oleh Allah kembali, yang benar, yang pasti di seluruh bumi ini akan menglami.
Dan bekerjasamalah kamu yang dipanggil bersama Agnes, melayani. Tidak ada lagi mengatakan: aku takut, aku kuatir. Kamu tidak akan menjadi miskin oleh hartamu. Tidak akan menjadi miskin, kalau itu kau persembahkan untuk Allah melalui anak-anakKu yang membutuhkannya. Karena, nanti hartamu itu tidak akan berlaku lagi, karena akan mengalami masa demi masa sampai sempurnalah waktu, tempat, khususnya di negaramu ini.
Itulah yang Aku berikan saat ini kepada kamu semuanya. Dan renungkan apa yang Kukatakan ini melalui Agnes. Aku Ibumu Maria, Aku bahagia di surga dan Aku bahagia bersama kamu untuk melayani, melayani dan melayani. Itulah kebahagiaanKu bersamamu.
Maria, itulah namaKu. Bahagia, artinya. Maria, hatinya bahagia. Bahagialah kamu semuanya bersamaKu. Inilah yang Aku katakan kepada kamu semuanya. Hiduplah kamu dalam doa, ketenangan dalam keluargamu, damai, sukacita, mengasihi dan melayani. Sekecil apapun di dalam keluargamu, engkau bisa melayani, sehingga engkau bisa melayani hal-hal yang besar di sekitarmu untuk saudara-saudaramu. Terima kasih untuk semuanya.
Dan terima kasihKu untuk kamu berdua: Alexius dan Isak Doera. Dan pergilah! Pada waktunya, engkau akan melayani. Pada waktunya juga, engkau akan istirahat, hening, mempersiapkan dirimu untuk menerima semua apa yang akan turun silih berganti. Penderitaan apapun,tapi engkau tetap setia. Ini yang Aku berikan kepadamu.
Terima kasih untuk kamu semuanya. SalamKu juga untuk Heribertus. Sebentar, dia kembali. Dan ajaklah dia saat-saat terakhir ini, untuk melayani dan melayani. Bawalah dia bersatu bersama kamu, bersama Agnes.
Alexius, Aku minta kepadamu: bersukacitalah anakKu! Bersukacitalah engkau, merasakan. Siapakah yang bisa menghalangimu saat ini? Bisakah mereka menghakimi dirimu? Tidak! Mereka tidak bisa menghakimi. Tidak! Mereka tidak berdaya kepada kamu. Kebenaran ada dalam hidupmu adalah Allahmu sendiri, hidup dan hidup dalam hidupmu. Itulah yang Kukatakan kepadamu, kamu berdua: Isak Doera - Alexius.
DoaKu menyertaimu. Saat-saat terakhir ini, semua akan menjadi baik, supaya nubuat ini sungguh-sungguh sempurna disampaikan kepada kamu semua di negaramu ini. Terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Baik, sampai bertemu kembali dalam doa. Di mana kamu berdoa, di situlah, kebenaran hidup dan hidup dalam kehidupanmu.
Dan sekali lagi, inilah yang terakhir. Agnes menerima semua tugas ini yang Kuberikan kepada mereka-mereka di negara lain. Aku satukan di negaramu ini, karena di negaramu inilah anak-anakKu banyak yang harus aku selamatkan. Itulah Aku Ibumu yang bahagia. Bahagia di surga, bersama kamu dalam kelompok ini dan melayani bersama kamu dalam kebahagiaan. Terima kasih.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
Terima kasih. Mari, kita satu dalam doa, kita datang kepada Allah, Bapa kita yang Maha Kuasa adalah Tuhan kita. Yesus adalah namaNYA. Itulah namaNYA yang sempurna diberikan kepada dunia ini. Mari, kita datang kepadaNYA.
Ya Allah yang maha Kuasa,
pada saat ini juga, jiwaku kuserahkan kepadaMU,
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan Aku ciptaanMU. (3X). Amin
Terima kasih. Sampai bertemu kembali anak-anakKu. Hiduplah kamu dalam doa, satukanlah kasih penuh dalam kehidupanmu. DoaKu menyertai kamu sekalian.
Terima kasih Ibu, jawab umat.
-ooo000ooo-